Perjalanan Investasi Sahamku

      No Comments on Perjalanan Investasi Sahamku

Sebelumnya kata saham sendiri sudah saya dengar dari sejak saya muda dari beberapa teman yang sudah lebih dulu terjun bermain saham. Dan karena dangkalnya pemikiran yang saya miliki maka informasi yang saya tangkap adalah bermain saham itu mirip seperti judi.

Masalahnya selain judi itu dosa, saya tidak pernah punya bakat menang untuk segala hal yang behubungan dengan undian, taruhan, apalagi judi. Sehingga saya tidak tertarik sama sekali untuk mencari tahu lebih lanjut.

Perkenalan saya dengan investasi saham justru baru benar-benar terjadi pada tahun 2017 dari rekan kerja saya yang baru lulus kuliah dan memiliki latar belakang pendidikan ekonomi investasi saham. Dari situ lah saya penasaran lagi untuk mencari tahu mengenai investasi saham dan rekan saya itu mampu menerangkan dengan baik mengenai saham sebagai investasi, bukan sebagai judi.

Barulah saya sadar, bahwa sejatinya saham itu adalah salah satu sarana investasi. Sama seperti sepak bola dimana olah raga tersebut bisa dijadikan sebagai ajang judi, maka buat yang punya jiwa judi maka apa saja bisa dijadikan judi, termasuk saham. Dan dari situ maka kata bermain saham buat saya bukanlah kata yang tepat lagi, melainkan berubah menjadi investasi saham.

Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia

Tapi saya tidak mau bahas soal pandangan saham sebagai judi atau tidak, karena nanti bisa jadi polemik panjang, padahal bukan itu maksud saya menulis artikel ini. 🙂

Tahun 2017 dimana saya mulai belajar berinvestasi saham adalah tahun yang tidak bagus buat pemula. Mengapa? Karena pasar sedang bullish (tren dimana harga saham terus meningkat) dimana saham apapun yang kita beli pasti untung.

Perjalanan investasi saham saya dimulai dari membaca berita-berita saham dan artikel-artikel analisa pakar dari perusahaan sekuritas terkemuka. Hal ini dikarenakan saya pernah artikal dimana kurang lebih berbunyi: Buat apa analisa sendiri bila telah ada para pakar saham yang memberikan analisa buat kita secara gratis. Apalagi bila kita merupakan pemula dalam investasi saham.

Dan pada tahun 2017 tersebut dengan hasil investasi saham saya yang semakin meningkat maka kalimat (seperti) mutiara tersebut di atas semakin terlihat benar. Dan saya pun semakin percaya diri karena merasa sudah di jalan yang benar.

Itu terjadi sampai pada tahap dimana harga saham mulai bergerak tidak menentu dan saya mulai menderita kerugian. Disitu saya mulai melihat ada yang tidak beres karena kalau para pakar bilang saham A akan naik hari ini, sahamnya malah turun. Kalau dibilang suruh jual saham B, sahamnya malah naik.

Dari situ mulailah saya berpikir, ada yang tidak beres nih dengan metode yang saya gunakan. Dan belajar dari pngalaman tersebut maka saya mengambil kesimpulan sebagai berikut:

  • Jangan pedulikan ramalan dari para pakar saham sekuritas.
  • Harus mulai belajar sendiri untuk menganalisa saham dari berbagai sumber referensi.

Karena sudah cukup panjang, saya akan sambung cerita ini di artikel berikutnya.

Bagikan artikel...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *